TES RSS FEED

Tes RSS Feed

Rahasia Sukses Paid Review

Too Good To Be TRUE (muluk-muluk)

Sabtu, 27 Maret 2010 , Posted by setiawan at 08.24

Pernah mendengar kata tersebut di atas? Jika diterjemahkan secara bebas artinya kurang lebih “terlalu muluk-muluk” arti harfiahnya adalah “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”. Sekarang anda tentu paham apa maksud slogan tersebut?

Dalam aktifitas bisnis, terutama pemasaran/promosi bisnis, slogan tersebut sering didengung-dengungkan kepada suatu bentuk promosi yang terkesan terlalu “Wah”. Anda tentu pernah lihat promosi seperti itu kan?. Bagaimana anda menyikapinya?. Sebagian orang mungkin langsung tertarik, sebagian masih berfikir bahkan sebagian mungkin malah lari (menjauh).

Mungkin sebagian yang akan lari menjauh itu adalah anda. Biasanya tipe orang yang rasional, memiliki kecenderungan untuk selalu menganalisa, tidak terkecuali menganalisa suatu bentuk promosi (mungkin anda salah satunya). Ketika orang seperti ini ditawarkan/dipromosikan dengan cara-cara yang “too good to bee true” tadi, si rasional ini kemudian akan berfikir, “ah masa sih segitu hebatnya?”, “ah, masa segampang itu sih?” atau pertanyaan seperti “ apa jaminannya kalau barang itu bagus?”, “bagaimana jika promosi itu tidak benar” , “berapa besar kerugian aya” “apa saja hambatannya” “ah, mungkin ini salah satu bentuk penipuan lagi”. Apakah sering mengalami hal itu?.

Di dalam dunia marketing, promosi adalah kegiatan intinya. Dan yang selalu dianut dalam promosi adalah bagaimana cara menarik minat seseorang agar membeli barang yang ditawarkan tersebut. Bagaimana memberitahukan kepada dunia dan seluruh alam semesta bahwa barang yang ditawarkannya adalah barang terbaik dan terhebat sepanjang masa (meskipun si penjual juga sebenarnya tidak pernah melakukan studi banding). Jadi, bukanlah hal yang aneh jika kemudian si penjual mulai menggunakan strategi-strategi marketing ala “too good (to be true)” yang terkesan “wah”.

Mereka (penjual) memang digembleng untuk mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam menjual suatu produk, sehingga seringkali begitu semangatnya si penjual, bukan sekedar membanggakan produknya, tapi juga mengagung-agungkannya. Salahkan mereka ? saya pikir tidak juga.

Saya hanya bisa mengingatkan bahwa dalam membeli suatu produk dan menanggapi suatu penawaran, hendaknya kita bersikap berimbang. Di satu sisi, benar bahwa kita harus logis, rasional, dan selektif. Bukankah Kita dituntut untuk selalu rasional?. Namun di sisi lain, penawaran/promosi yang terkesan “too good to be true”, juga perlu disikapi secara adil. Adil di sini maksudnya, jika promosi dan penawaran awal terkesan sangat “wah”, bisa jadi memang itulah tugas penjual untuk membicarakan tentang semua kelebihan produknya (tentunya sedikit sekali pedagang yang dengan sangat jujur mengatakan kenyataan/kelemahan dari produk yang dijualnya). Dan tugas anda adalah mencari informasi yang cukup (sampai kepada kekurangan/ kelemahan) dari produk tersebut.

Apakah artinya bahwa produk yang “wah” tersebut kita tinggalkan setelah mengetahui kelemahan/kekurangannya?. Jawabannya bisa 2 (dua) ya, dan tidak. Jawabannya adalah Iya, jika anda menemukan produk yang sejenis (ingat harus sejenis) yang memiliki kelebihan yang sama atau lebih unggul dan memiliki menutupi kekurangan dari produk yang sebelumnya. Dan jawaban tidak, apabila anda tidak menemukan produk yang semacam itu.

Mengapa tidak kita tinggalkan saja penawaran bisnis seperti itu?. Tentu saja pilihan itu lebih mudah, namun dalam kaitannya dengan bisnis, saya tidak sangat tidak menyarankan pada hal tersebut. Karena dengan melakukan hal tersebut berarti anda menutup peluang. Anda menutup kemungkinan untuk belajar.

Jangan pernah mencari-cari kelemahan suatu produk hanya untuk anda jadikan alasan untuk tidak melakukan apapun dalam bisnis. Tetaplah selektif, namun jangan pernah menjadi “melankolis yang sempurna”. Tindakan tangkas/cepat sangat diperlukan dalam bisnis. Anda tidak bisa menunggu terlalu lama hanya untuk mencari “produk sempurna/impian”.

Saya sendiri juga termasuk yang alergi dengan promosi yang berkesan terlalu “wah”. Namun kita juga sadar bahwa kita dikejar waktu. Cepatlah dalam mengambil keputusan, sambil berjalan, anda bisa kok tetap memilih produk impian yang memiliki keunggulan di segala sisi. Tapi sekali lagi saya tegaskan. Jangan pernah berfikir ideal untuk mencari peluang bisnis. Lakukanlah Trial and eror. Mudah-mudah jika niat kita dilandasi untuk melakukan bisnis yang “jujur dan berkeadilan”, kita selalu diberikan jalan.

Currently have 3 komentar:

  1. Anonim says:

    too jembut to be true

  1. Astaghfirullah itu yg komen hahaa

  1. Unknown says:

    BAgus
    Inspirasi untuk pebisnis pemula

Leave a Reply

Posting Komentar