TES RSS FEED

Tes RSS Feed

Rahasia Sukses Paid Review

Modus Money Game/Skema Piramida di Malaysia

Minggu, 04 April 2010 , Posted by setiawan at 03.24

“Bisnis” Money Game/Skema Piramida masih menggurita. Praktek “bisnis” ini seperti teroris, selalu saja bersembunyi, dan bergonta-ganti modus. Saya pernah membaca dalam salah satu artikel di website Asosiasi Penjualan Langung Indonesia (APLI). Bahwa Negara seperti Malaysia, yang notabene sudah memiliki Undang-undang tentang larangan bagi praktek Money Game, ternyata juga masih dibanjiri praktek Money Game/skema Piramida ini. Nah. Lo!. Malaysia yang sudah ada peraturannya saja bisa sampe begitu, bagaimana kita ya, yang sampai saat ini belum ada Undang-undangnya?.

Salah satu trik yang dilakukan untuk membungkus kegiatan Money Game/Skema Piramida ini kian hari memang kian cerdik. Di Malaysia, misalnya masih banyak beredar leaflet-leaflet yang menjanjikan skema kekayaan mendadak dengan dalih bantuan kepada orang miskin. Modusnya kurang lebih dengan menyebarkan leaflet yang berisi skema kekayaan mendadak yang dibungkus dengan ajakan untuk berderma (memberi bantuan kepada orang miskin) dimana untuk ikut menjadi bagian dari kelompok ini, maka hanya dipersyaratkan uang pendaftaran sebesar 2 (dua) ribu Dolar AS serta merekrut 2 (dua) orang, setelah itu nantinya para anggota ini akan dijanjikan imbalan sebesar 16 (enam belas) ribu Dolar AS (bisa anda bayangkan, berapa kali lipat keuntungannya).

Ini adalah salah satu trik/modus Money Game/Skema Piramida yang perlu anda waspadai. Terkadang, beberapa dari anda mungkin memang tidak pernah menaruh minat sama sekali terhadap kegiatan-kegiatan yang menawarkan program kaya mendadak ini, Tapi bagaimana jika program ini dibungkus sedemikian rapi dengan modus seperti di atas?. Biasanya, jika anda tipe-tipe orang yang peduli dengan kegiatan-kegiatan sosial, maka tidak terlalu memusingkan soal berapa yang anda harus keluarkan. Masalahnya ini bukan soal kegiatan sosial, ini salah satu trik Money Game/skema piramida yang sasarannya adalah orang-orang baik seperti anda.

Jika anda yang ditawari dengan penawaran money game dengan modus semacam ini, mungkin anda akan bilang, “ah..gak papalah, orang cuma disuruh nyumbang segitu…”. Anda mungkin tidak peduli dengan iming-iming imbalan hasil. Anda mungkin hanya berniat baik untuk membantu sesama. Atau, anda mungkin ingin membantu sesama, tetapi juga mengharapkan imbalan. Atau, anda mungkin juga menganggap ini berkah dari langit ke tujuh, di mana ada yang menawari anda menjadi menjadi seorang baik (pemberi sedekah) dengan imbalan hasil yang berkali-kali lipat (mungkin pada saat itu anda mulai berfikir bahwa pembalasan Tuhan terhadap pemberi sedekah (anda), begitu cepat terjadi).

Jika anda melihat berbagai penawaran “bisnis” ataupun kegiatan semacam ini, maka waspadalah, bisa jadi ini adalah modus money game. Coba sekali-kali anda perhatikan berbagai penawaran bisnis di internet, anda akan temukan banyak sekali jenisnya. Inilah yang menjadikan kegiatan bisnis internet menjadi sedikit rusak namanya. “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga” , kira-kira begitu kata pepatah. Gara-gara Money Game, rusak deh, bisnis online di Indonesia (eh, bukan Indonesia saja lho!). Money game/skema piramida harus benar-benar dikritisi. Akan lebih baik lagi jika kita mau mengenal lebih jauh tentang asal mula money game/skema piramida ini.

Anda sudah lihat kan, skemanya?. Pertama, ada uang yang dipersyaratkan, Kedua, ada rekrutmen (kadang tidak selalu), dan ketiga, KEKAYAAN BERLIPAT GANDA. Mulai sekarang kita perhatikan baik-baik ya, jika ada penawaran bisnis. Karena setiap waktu modus-modus lain pasti akan dikembangkan terhadap praktek Money Game/Skema Piramida ini. Namun anda juga jangan apriori terhadap bisnis-bisnis online. Saya ingin anda kritis, bukannya skeptis terhadap bisnis online. Terkadang beberapa bisnis online memenuhi beberapa ciri di atas, namun belum tentu itu Money Game/Skema Piramida. Untuk memastikannya tanyakanlah kepada mereka “darimana uang (keuntungan) yang mereka janjikan?”.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar