Money Game = Zero Sum Game
Sabtu, 03 April 2010
, Posted by setiawan at 22.43
Kita tidak asing ya, kalau mendengar ungkapan “kuping kanan keluar kuping kiri”. Istilah itu untuk menggambarkan seseorang yang, kalau dinasehati, tetapi tidak pernah benar-benar mendengarkan. Istilah itu juga digunakan untuk mereka yang diajarkan sesuatu (ilmu), tetapi tidak pernah paham. Bahasa belandanya itu “ndableg” (bahasa belandanya orang yang pake blangkon). Kita juga mungkin pernah mendengar ungkapan asing yang berbunyi “garbage in garbage out”. Istilah ini kalau diartikan secara harfiah adalah “masuk sampah keluar sampah”. Atau bahasa belandanya (lagi), “sami mawon”. Istilah itu menunjuk pada pengertian di mana suatu produk (biasanya produk yang berhubungan dengan hukum/kebijakan) yang dari awal dianggap tidak bermutu (sampah), maka ujung-ujungnya yang keluar(hasilnya) juga sampah (enggak mutu). Kedua istilah di atas sebetulnya agak berbeda konteksnya, tapi esensi (hakikat)nya kurang lebih sama, yaitu menunjuk pada sesuatu/kegiatan yang sifatnya tidak bermutu, tidak manfaat, membuang-buang energi (mubadzir), atau sia-sia.
Kalau Zero sum Game, bagaimana?. Pernah dengar istilah itu?. Istilah itu banyak digunakan untuk menyebut praktek bisnis money game. “Zero Sum Game”, kurang lebih diartikan sebagai uang masuk sama dengan uang keluar (uang masuk= uang keluar). Apa maksudnya?. Maksudnya dalam bisnis money game, apapun bentuk dan modelnya, praktik yang dilakukan untuk menjanjikan kekayaan melimpah adalah dilakukan dengan memberikan/mengedarkan uang (biasanya kepada anggota senior atau pengelola) dari uang yang masuk (biasanya dari anggota baru). Kenapa saya gunakan istilah “biasanya”, karena seiring perkembangannya, model-model money game sudah mulai bermetamorfosa lagi (kapan-kapan kita bahas soal ini).
Jadi inti dari bisnis money game adalah menggunakan uang yang masuk (untuk dibayarkan)kepada anggota lainnya. Tidak akan nada barang/ atau jasa di money game. Tidak akan pernah benar-benar ada barang/jasa yang dijual (namun seribu satu jurus berubah bentuk dari money game kini sudah semakin pintar untuk memainkan ketentuan “tidak ada barang atau jasa ini”, sehingga mereka akan tampak seperti menjual barang/jasa padahal kenyataannya tidak demikian (kita juga akan bahas ini lebih detil).
Jika ada yang bertanya, apakah money game itu bisa membuat kaya?, saya bilang (kemungkinan) iya. Money Game bisa membuat anda kaya (saya sudah sering ya, mengatakan hal satu ini?). Lebih tepatnya Money Game bisa membuat sebagian anggotanya kaya, dan sebagian lainnya bisa gigit jari. Saya memang kurang sreg menyebut praktek money game sebagai penipuan. Karena pada dasarnya yang jadi masalah bukan pada apakah praktek ini menipu atau tidak, tetapi lebih kepada model “bisnis” yang (bahasa saya) “tidak patut”. Money Game itu bukan bisnis. Money Game itu permainan (uang).
Kenapa Money Game sering disebut juga sebagai zero sum game?. Karena besarnya uang yang keluar (akibat pembayaran/investasi) sama dengan uang yang dibayarkan (kepada seseorang). Jika anda mengeluarkan uang sebesar jumlah tertentu dalam praktek ini, maka akan ada orang yang menerima sejumlah itu juga (tanpa anda mendapatkan barang/jasa/manfaat apapun). Kenapa Money Game disebut zero sum game?. Karena bagi (paling tidak bagi saya), praktek ini tidak memberi manfaat apapun. Praktik ini praktek sia-sia, karena kalaupun ada yang akan anda didapatkan, maka itu hanyalah merupakan apa yang pernah dikeluarkan (dikorbankan) orang lain untuk anda. Yakinlah, money game bukanlah bisnis yang baik.







Currently have 0 komentar: